Wednesday, August 5, 2015

Mini Thrift Haul

Permisiiiii...
Udah lama ga mampir di blog sampe berdebu begini *sapu-sapu blog*

Today I'm gonna show you clothes that I got from thrift store.
Or well, there is no thrift store here in Indonesia. What available here is flea market like Pasar Senen or Pasar Baru which is far from where I stay, but there's some second hand cloth stalls in ITC kuningan that pretty close to my office..

Waktu masih kuliah gue sering banget pergi ke pasar senen cuma buat dapetin baju super murah dengan kualitas yang cukup baik. Biasanya gue nyari kemeja & cardigan, dan kadang celana jeans pendek. Kalau lagi beruntung, bue bisa dapet baju dengan harga IDR 1,000.00/pcs atau kemeja IDR 10,000.00//3pcs dan celana jeans ISD 30,000.00/2pcs. It's insanely cheap.

Semenjak lulus, gue gak pernah ke pasar senen lagi. No, bukan karena sombong ga mau beli baju bekas setelah kerja. Tapi sekarang ga ada temen yang bisa diajak ke sana, dan semenjak pasar senen kebakaan, which is sekitar 2 - 3 tahun lalu, gue ga tau para pedagang baju bekas pindah kemana.

Nah, beberapa hari lalu, gue iseng-iseng muterin mall ambasador & ITC kuningan dengan niat mau nyari baju baru karena bosen sama isi lemari yang itu-itu aja. Nah abis muter beberapa toko, cuma nemu 1 baju yang gue suka dan lainnya ga napsu karena terlalu pasaran. Akhirnya muter-muter lah di lt 4 ITC kuningan di daerah deket jembatan yang isinya makanan dengan niat cari cemilan, pas lewat nemu 1 stand baju second. Di ITC kuningan sendiri ada beberapa tempat yang jual baju second, mostly di lantai semi dasar, tapi beberapa menjual dengan harga yang overpriced dan kualitas barangnya ga sebanding dengan harga yang ditawarkan. Dan kios baju yang gue liat di lt 4 memasang harga yang bisa dibilang masuk akal, IDR 20,000.00 untuk blouse dan ISD 35,000.00 untuk outer.
So, gue liat-liat semua barang yang ada disana, ada sekitar 5-6 rak yang dipajang di kios itu. rak-rak pertama terlihat kurang menarik, Mostly kualitasnya udah ga terlalu baik, semavam bahanya berbulu, melar, bernoda, atau gue ga suka motifnya. Tapi gue ga nyerah, pasti ada 1 atau 2 baju bagus yang gue suka di antara sekian rak yang ada disitu. Dan setelah lihat-lihat, semua rak, gue menemukan 2 baju yang gue suka, sebenernya nemu yang lucu sekitar 5 baju, tapi ukurannya kerlalu besar. Jadi dari pada cuma nganngur di lemari gue nantinya, mending gue beli yang bener-bener gue sreg aja.

1. green stabilo sheer lace top
I like this one. I use it as outer and put a black tank top under it. Gue ga punya satupun baju warna hijau stabilo karena gue selalu ngerasa hijau stabilo bikin kulit gue terlihat gelap, It has shoulder pad the when the first time I got it, but I hate shoulder pad, so I remove it immediately.
percayalah, ini aslinya hijau stabilo *pardon my bad quality phone camera*
the detail
pardon my messy hair
2. Flowery blue chiffon top
I love the print of this top, the color is perfect, there's no stain, no hole, great condition. It also came with shoulder pad, and I ripped it.
This top is a bit bigger on me, I guess it size 12, I usually use size 8, but I don't mind it. It still look good on me.

print detail
again, pardon my messy hair
Kios pakaian second lain yang gue datengin hari ini ada di lantai dasar, tepatnya di deket pintu masuk dari daerah kuningan, deket tukang DVD bajakan, sebelah kiri.
Awalnya gue ke kios sebelahnya untuk nyari blazer yang udah gue incer hari hari sabtu lalu, tapi ternyata udah ga ada *sad :(*
Akhirnya iseng-iseng main ke kios sebelahnya buat cari blazer juga, tapi ga nemu yang lucu, sempet nemu office/formal blazer merk givenchy, I know that brand quite well, but the shape of the blazer is too formal, too old, too ordinary, so I didn't buy it.
And then I look a coat. I always want to have a coat since years ago. But I knew that coat is pretty expensive. Buat yang rajin keluar masuk mall macem gue, pasti tau kalau coat di Zara harganya minimal IDR 800,000.00 dan di stradivarius harga coat berbahan tipis harganya paling murah IDR 500,000.00, pernah nanya harga trench coat second di pasar senen dan si abang dengan PDnya nawarin IDR 200,000.00, gue langsung malesnawar dan melangkah mundur perlahan.
That's why gue bahagia lahir batin waktu liat coat ini dipajang dengan cantiknya manggil-manggil gue.
The brand is Jossette, I never heard about that brand. Pas gue tanya harga, mbanya bilang IDR 100,000.00, langsung gue coba, daaan PAS.
It's like its made for me dan kita ditakdirkan untuk bersama *drama*
And then the coat came home with me and we happy together forever......
super great condition
broken button on inside the coat *I don't care*
more casual look
fit perfectly

Memang ga semua orang pernah mencoba belanja barang/pakaian second, bahkan mungkin sebagian orang memandang sebelah mata sama second hand clothes macam ini, tapi sebenernya fashion itu bukan tentang brand apa yang kita gunakan, tapi bagaimana cara kita memadu padankan pakaian yang kita pakai supaya terlihat bagus dan ga murahan.
Coba deh sekali-sekali belanja baju second, ada kepuasan tersendiri lhoo bisa nemuin barang bagus, unik dan berharga super miring. hehehe

Tips yang bisa gue kasih saat belanja baju second adalah:
1. Lo ke mall, liat barang-barang new arrival di toko favorite lo, inget-inget aja modelnya. And then lo dateng ke kios-kios baju second, carilah baju sejenis, pasti ada kok, mungkin ga sama persis, tapi fashion selalu muter-muter kembali ke titik yang sama, so, try to find cloth with same idea with cloth that you see on the retail shop.
2. Pastikan lo beli karena lo suka, bukan karena harganya murah. Percuma murah kalau ternyata cuma jadi penunggu lemari karena sebenernya lo ga suka.
3. Pastikan lo periksa kondisi barang yang lo beli dengan cermat, dari pada kecewa pas udah di rumah. Beberapa baju mungkin ada nodanya, maklum itu dikarungin pas dibawa ke Indonesia. Kalau memang bernoda, pastiin itu noda yang bisa hilang pas dicuci, kalau kira-kira ga bisa, mending ga ussah dibeli. Beberapa mungkin kancingnya ada yang hilang, tapi biasanya suka ada kancing cadangan bawaan dari pabrik di bagian dalam baju, kalau pun ga ada, dan lo suka banget sama bajunya, lo bisa ganti pakai seluruh kancing dengan ukuran yang sama, paling cuma butuh biaya 10-15 ribu.

OK, itu aja sedikit pengalaman dan tips dari gue, semoga bermanfaat.
Kalau ada yang tau tempat belanja baju second selain pasar senen atau pasar baru, mohon info yaaa...

Wednesday, January 21, 2015

Sephora Favorites Superstars Kit 2014

I FINALLY GOT IT!!!
pic: sephora.com
Since I saw Tati's or you knew her as Glam Life Guru review this kit at her channel (you can see her review here: SEPHORA FAVORITES | Hot or Not), I really want it. It's a great kit with a great value.
So lets talk about it.

Wednesday, December 31, 2014

Summary of 2014 & 2015 Resolutions

Forget the resolutions. Forget control and discipline, too much works. Instead try experimenting. Go in search of something to fall in love with...something about yourself, your career, your spouse.  - Dale Dauten
Hi Guys..
Tidak terasa 2014 akan segera berlalu, ini hari terakhir di tahun 2014. Rasanya tahun ini begitu singkat. So many things happened this year, and over all, this year is such an amazing year.
awal tahun ini, aku sempat membuat beberapa resolusi sederhana (bisa kamu cek disini), dan Alhamdulillah sebagian besar tercapai di berbagai aspek. Alhamdulillah banget pokoknya.

Tuesday, September 2, 2014

Are you ready to fall in love?

Beberapa hari lalu, aku berkirim pesan singkat dengan salah satu sahabatku via BBM. Seperti biasa kami membicarakan beberapa hal tak penting yang sering kali berujung curhat yang disengaja.

Tuesday, August 5, 2014

REBRANDING OURSELF

WARNING: THIS POST GONNA BE A VERY LONG ONE!!


Kamu pasti tahu ice cream magnum kan? Ice cream keluaran Walls dan Unilever yang mulai booming di masyarakat sekitar tahun 2010 dengan tag-line “for a pleasure seekers” dengan iklan seorang wanita biasa tiba-tiba diperlakukan istimewa bak ratu karena memakan ice cream magnum. Bahkan sempat ada Magnum Café di Grand Indonesia Shopping Town dengan konsep café berkonsep kerajaan, para pelayan menggunakan kostum putri dan pangeran, membuat seolah-olah para tamu sedang ada di sebuah jamuan kerajaan. Saking booming-nya, untuk bisa merasakan makan ice cream di Magnum café, para pengunjung harus rela antri berjam-jam. Saya sendiri sempat merasakan mengantri demi bisa makan ice cream ala kerajaan itu (untungnya saya tidak harus terlalu lama menunggu J).

Tapi taukah kamu, kalau Magnum itu sudah ada sejak tahun 1989? Magnum pertama kali diluncurkan di Swedia pada bulan Januari 1989 sebagai ice cream kelas atas. Sebelum memiliki banyak variant seperti sekarang, awalnya hanya ada Magnum original atau lebih dikenal sebagai Magnum Classic yang terdiri dari bongkahan tebal ice cream vanilla pada stick ice cream, dilapis coklat tebal. Namun, seiring berjalannya waktu, Unilever meluncurkan produk Paddle Pop, yang kemudian laris di pasaran karena rasanya enak, variant-nya lebih banyak dan harganya lebih terjangkau dari Magnum. Selain itu, produk Magnum banyak ditiru oleh perusahaan pesaing Perlahan-lahan produk Magnum pun merasa perlu untuk membangun kembali citra dirinya sebagai ice cream yang menawarkan kenikmatan dan kemewahan dalam menikmati ice cream. Akhirnya, pada tahun 2005, pihak pengembangan produk Magnum mengeluarkan rancangan produk terbaru yang mengantarkan pengalaman yang kompleks dan berkelas dengan konsep “blow me away”. Mereka membuat konsep berbagai variant rasa dan topping untuk ice cream Magnum, mengubah cetakan, mengubah format stick, serta mengubah packaging dengan konsep seperti kotak perhiasan untuk menambah kesan mewah. Akhirnya, pada tahun 2007, Magnum Tempation diluncurkan di Italia, Spanyol dan Switzerland. 2008 variant dark chocolate diperkenalkan, dan di tahun 2009 variant buah-buahan diperkenalkan. Magnum temptation menuai sukses sesuai harapan. Kelezatan Belgian chocolate disetiap gigitan Magnum memberikan kenikmatan premium yang mampu membuat konsumen merasa seperti seorang putri atau pangeran.

Di Indonesia sendiri, Magnum sempat menghilang beberapa saat dan sedikit terlupakan sampai akhirnya tahun 2010 iklan Magnum di-release ke pasaran yang benar-benar mampu membuat nama Magnum dikenal masyarakat luas, semua orang seakan berlomba-lomba untuk mendapatkan ice cream ini. Saya sendiri sempat mencari ke beberapa mini market dan selalu kehabisan. Sungguh pihak marketing Magnum berhasil mempengaruhi masyarakan untuk membeli ice cream ini *salute*. Hingga saat ini, di Indonesia ada beberapa variant ice cream Magnum. Mulai dari Magnum classic, chocolate truffle, choco cappuccino, almond, gold, chocolate & brownies, choco strawberry, golden hazelnut, infinity, Magnum mini, hingga yang terbaru pink pomegranate dan magnum black espresso.

Baiklah, sepertinya cukup kita berbicara mengenai ice cream Magnum-nya. Karena alasan saya membuat postingan ini bukan untuk membicarakan ice cream Magnum, tapi tentang konsep rebranding yang dilakukan Magnum untuk mencapai target kesuksesan yang mereka tetapkan.

Sering kan lihat di televisi, shampoo dengan formula baru dan meyakinkan publik bahwa mereka kini lebih baik/ampuh dibandingkan dengan produk mereka sebelumnya dan produk-produk pesaing. Selain itu berbagai produk mengganti kemasan mereka demi mendapat respon yang baik dari masyarakat, agar masyarakan aware dengan produk mereka.

Sebenarnya, konsep rebranding ini bisa kita terapkan pada diri kita sendiri. Ingat tidak? setiap menjelang tahun baru, kita berlomba-lomba untuk membuat resolusi apa-apa saja yang ingin kita capai di tahun mendatang. Namun, seiring berjalannya waktu, kita sering terlena dengan kehidupan kita sehari-hari dan kemudian lupa dengan apa-apa saja yang ingin kita lakukan ataupun capai. Tidak hanya itu, kadang, saat kita sedang menjalankan misi dalam mencapai sesuatu, kita merasa stuck dengan keadaan, semangat kita menurun, dan kita malas untuk berupaya untuk mengejar impian kita. Hal ini bisa jadi karena tanpa kita sadari, kita telah melenceng dari track yang telah kita tetapkan sebelumya. Entah itu karena terbawa lingkungan, pergaulan dengan orang yang memiliki visi berlawanan dengan kita, terlena dengan keadaan, ataupun kondisi kesehatan terganggu baik fisik maupun psikologis (stress dsb).

Disaat inilah kita harus mulai aware dengan kondisi kita. Jika kita tidak sadar kalau kita berjalan kearah yang salah, kita akan terbawa dan tersesat sehingga sulit kembali ke jalur awal perjalanan kita. Jika kita sadar, kita bisa segera memperbaiki keadaan sebelum semuanya terlambat.

Rebranding bukan hanya membuat sesuatu yang baru, tapi bisa juga dengan cara mengembangkan apa yang ada, sehingga terlihat baru. Bisa juga dengan memunculkan kembali apa yang telah orang lain lupakan. Dan mungkin, untuk orang baru mengenal kita, sesuatu yang lama kita lupakan bisa menjadi sesuatu yang baru mereka lihat dari diri kita.

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah berhenti. Berhenti dari apapun yang kita lakukan. Perhatikan sekeliling kita, lihatlah, sejauh apa kita telah melenceng dari jalur yang kita tetapkan di awal. Jika perlu, mundurlah beberapa langkah agar kita mampu melihat dengan sudut pandang yang lebih luas. Setelah itu, coba temukan kembali jalur yang telah kita tinggalkan, kita bisa kembali menyusuri jejak langkah kita sebelumnya jika itu bisa membantu. Mulailah merubah keadaan, keluarlah dari zona nyamanmu. Rubah penampilanmu jika diperlukan, jangan memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang kamu. Karena belum tentu orang tersebut memikirkan kita. Bisa jadi dia sedang sibuk memikirkan apa yang kita pikirkan tentang dia. Be your self. Jika kamu sudah ada di jalurmu lagi, bersiaplah untuk berlari mencapai impianmu. Buat self reminder agar kamu tidak keluar jalur lagi. Evaluasi lah dirimu setiap sampai periode waktu tertentu, setiap 2 bulan misalnya.

Saya sendiri sedang berada dalam tahap merubah penampilan dan pola pikir. Saya mempunyai target untuk bisa mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. Hal ini sudah saya targetkan sejak tahun lalu, namun karena pekerjaan dan lingkungan kantor begitu nyaman, saya terlena, saya sempat berpikir untuk melupakan target saya lulus S2 di usia ke 27. Saya juga sempat melupakan janji privasi saya pada Tuhan dan pada diri saya sendiri. Tapi ternyata Tuhan masih sayang pada saya. Dia membuka mata saya dan membuat saya sadar bahwa janji saya pada-Nya tidak boleh saya langgar. Dan target saya masih bisa diusahakan untuk tercapai meski mungkin agak sedikit mundur waktunya.

Sungguh kenikmatan dunia mampu melenakan saya. Dan saya tak ingin terlena lagi. Saat ini saya sedang berusaha melakukan rebranding pada diri saya sendiri. Saya menarik diri dari beberapa manusia yang saya rasa mampu membuat saya melupakan janji dan target hidup saya. Saya mendekatkan diri dengan orang-orang yang bisa mendukung cita-cita saya dan membantu mengingatkan saya untuk menepati janji saya. Saya sedikit demi sedikit berusaha mengubah penampilan saya, untuk membuat saya lebih bersemangat, saya juga memulai kembali kebiasaan saya dulu, membaca dan menulis, seperti saat ini, saya mencoba menuangkan isi pikiran dan pengalaman saya melalui tulisan ini. Tulisan ini menjadi salah satu cara saya untuk menemukan kembali saya yang dulu, saya yang lebih kreatif, dan saya yang baru, saya yang lebih open, terbuka dalam hal pemikiran tapi juga tertutup dari hal-hal yang membuat saya berpikir negative. Ya, saya menutup diri saya dari hal-hal yang negative, seperti manusia yang berpikiran negative, orang berperilaku negative, perilaku negative yang mungkin bisa saya lakukan, serta kemungkinan saya untuk berpikir negative. Good bye negatives!! And say Hello the positive-more-creative me!! Dengan melakukan proses rebranding ini, saya mengharapkan kedepannya saya menjadi orang yang lebih positif, fokus pada tujuan saya menggapai apa yang saya inginkan namun tetap bisa bekerja tanpa terlena dengan apa yang saya dapatkan sebagai hasil kerja saya. Dan saya juga ingin dilihat sebagai pribadi yang berbeda, yang lebih baik dari saya saat ini, dan sebelumnya. 

Proses rebranding yang saya lakukan masih dalam lingkup mental (pemikiran) dan penampilan, kedepannya, secara bertahap saya akan menambah value diri saya agar dapat menghasilkan sesuatu yang lebih pula (co: pendidikan lebih tinggi menghasilkan standar salary yang lebih tinggi). Proses ini memang tidak instant, namun jika bisa lalui dengan baik, saya yakin akan menghasilkan sesuatu yang baik pula.